Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar


Kumpulan Kata - Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar | Kata Cinta untuk Mantan | Kata Buat Mantan Kekasih, pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu informasi buat anda sekalian yang sedang mencari artikel tentang Kata Romantis Cinta untuk Mantan, nah memang sih yang namanya mantan selalu ada didalam kehidupan kita, entah itu mantan pacar, teman ataupun mantan sahabat? nah kan banyak sekali kategori mantan didalam kehidupan kita, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Mantan itu sendiri? kalau secara garis besar sih seseorang yang dulunya menjadi orang terdekat dan terbaik kita, yang kemudian pisah kontak dan menjauh dari kita.

Kata Kata Sayang Mantan Pacar - banyak sekali hal yang berhubungan dengan mantan, memang sih secara fisik si mantan pacar sudah tak bersama kita lagi, tetapi kalau masalah hati nah ini yang paling susah, terkadang kita masih mengharapkan kasih sayang serta perhatian kepada mantan, entah kenapa mungkin memang dulunya pernah berada didalam rasa "nyaman", yang membuat kenangan ini susah sekali untuk dilupakan ataupun ditinggalkan.

Kata Indah buat Mantan Tersayang - tak hanya itu, rasa yang masih kita simpan tentunya akan membuat kita menjadi susah move on. nah kalau susah move on pasti bakalan berat urusannya. kalian semua masih susah ya buat melupakan masa lalu? kalau sampe sekarang masih nginget-nginget terus, yang ada bakalan galau sendiri lah. makanya mulai sekarang, lupakan hal yang berbau masa lalu. kalau ada barang pemberian doi usahakan buang saja ya minimal menjauhkan dari hal yang akan membuat kita menjadi flasback ke masa lalu.

Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar
Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar

Nah, buat kamu semua yang masih sayang dan ngebet banget balikan dengan mantan berikut akan admin berikan Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar :

Hatiku; samudera dengan ombaknya, menghantam tak kunjung reda, riaknya tak kunjung sirna.

dan senyumlah, agar kusimpan itu dalam mataku, dan akan kuingat itu selalu, karena teramat kusayang kamu.

lalui malam muram, sepi jadi teman; kota ini sudah tak bersahabat lagi, di sudutnya saja senyummu tiada.

Bagaimana kalau kita sudahi saja, cinta merana yang selalu menyiksa.

Cinta ini, bintang. Tak bisa kujaga seutuhnya. Sebab nafsu lebih besar dari ketulusan cinta.

Kita tak mungkin sembunyi, kita tak bisa lari. Mungkin kini cinta terlepas, tetapi nanti, rasa akan berbalas.

Kekasih, di dalam setiap doaku tak pernah terlupa kusertakan namamu, di antara amin dan Al-fatihahku.

aku melihat rindu, di matamu. yang selalu kau simpan. yang selalu kau tahan untuk diungkapkan.

Sekadar mengingatkan, aku masih punya yang membara jika sepi menggigilkanmu sampai mengalutkan asa.

Cinta adalah kenyataan yang sakti, mengawasi dari balik tirai. Di sana ada sepasang mata dengan wajah penuh ambisi.

Kasih, inginku hanya kau segalanya. Peluk kejujuran, dan beri kepercayaan, demi utuhnya sebuah hubungan; cinta.

Ketika semua terdiam, tak cukup kata untuk membuat suara. Cukup hadirmu yang bicara.

Seakrab inikah rindu dengan luka, seperti jantung bersama detaknya.

Sayang, cinta kita ialah apa yang disebut takdir. Tanpa kita minta, ia hadir.

Setiap hari, kuhitung butir kristal dari mata. Meski terasa bahagia, ada rasa sakit begitu menggema.

Tahun akan berganti. Susunlah kenangan biar kurapikan, kita tutup dengan semua yang manis, agar cinta kita tak penah habis.

Senja memerah; dia merona melihat kita menyatukan rindu dalam bangku kayu.

Sejuta pesona dingin yang kau berikan, tetap saja kau mawar, biar saja belukar aku yang hadang sebagai pagar dan tetap tegar.

Tuhan, jika aku harus jatuh cinta, bolehkah aku minta dia yang cintanya setia? Cuma itu saja.

Benarkah aku sempalan rusukmu yang terhilang, tuan? Lalu mengapa kau penggal ujung jantungku dengan bait bait dustamu?

Ketabahanku adalah dadaku yang setia selalu memelukmu terlebih saat kau bersedih.

kenanglah kita, usah jenuh ada, toh semuanya hanya cerita, baik-baiklah menyimpannya.

Semua pasti kembali. Yang terdahulu, dari tulang rusuk ini kau pergi.

kelak ada saatnya kita memulangkan segala yang ada pada masa lalu dan menyulapnya menjadi tiada.

Bersamamu, tak akan lagi mebutuhkan perapian pagi, sebab aku yakin, kehadiranmu akan mampu menghangatkanku sepanjang hidup.

Kudapati bahagia setiap kali bersamamu, dan kudapati rindu setiap kali jeda menyeka jarak, pun sebelum kedip menjelma pisah.

bacalah itu, tak perlu lalu kau balas, cukup kau ingat, aku sayang kamu, selalu.

aku berterimakasih kepadamu karena membikinku selalu bahagia, juga kusalahkan jarak yang membikin kita tak sering berjumpa.

Bacalah kehilangan yang kusabdakan. Bukan untuk disesali, tetapi agar kedatangan lebih kau hargai.

Jalan kita berbeda, kau ke kanan aku ke kiri. Jalanmu bukan tujuanku, tujuanmu bukan jalanku, kita masing-masing; asing.

Tak seperti saat kita berebut hujan di hari kemarin. Yang kini dibawa angin adalah hampa yang kian matang.

Beri aku segelas kenangan, biar kureguk habis sebagai pelepas dahaga kerinduan.

Aku kehilangan kata, ketika luka  membungkam lara hingga rindu yang dulu membuncah, kini tak tersisa.

Semoga takdir tetap mengecup harapan di saat kita jauh untuk saling mendaratkan ciuman.

Bergelung rasa dalam cinta, merebak aura ingin berjumpa, karena cinta itu ada, makna rindu pun meraja di jiwa.

Kita mengangkat temu sebagai guru agar rindu yang ada tidak lagi dibuat percuma.

Kita adalah anak-anak negeri, bukan anak raja, maka: carilah makan dengan berlari, bukan diam bersahaja.

Di lamun tak bergeming, kubenamkan segenap hasrat. Lalu, tertancap sebuah tekad, melindap di antara pekat; sepi.

Mereka bahagia dengan Ibu mereka, aku juga bahagia walau hanya dengan potret usang dalam dompet.

Demi segenap kenangan yang tak ingin tersingkir, jadilah miliku sampai akhir.

Sentuhan lembutmu, ibu, masih terasa dalam benakku. Ia selalu tumbuh besar mengajariku setiap waktu tak pernah jemu.

Kugelar peta-peta demi mencari di mana kesedihanmu berpesta.

Sebab, aku tak butuh makna. Aku hanya ingin tak mati karena sepi, aku dirasuki puisi. Sunyi; merindu tiada yang mengingini.

hujan begini lengan kita saling mengisi meskipun hati menoleh yang lain.

Di atas meja, sering kita bicara cinta pada perasaan yang sama. Tapi, Tuhan selalu berbeda pada perasaan kita yang sama.

Ada cemburu yang memburu dalam langkah diam-diam. seharusnya ada dialog dua hati, bukan kesendirian yang tersisih.

Genggam tanganku, biarlah mereka meramaikan hitam di atas putih. Sementara itu, kita bermain dg jutaan warna di atas pelangi.

Usai hujan, waktu menunggu sebuah kepulangan. Kaki yang basah, jari-jari tangan gelisah. Lalu mata, hanya terpaku pada pintu.

Kau sudah tak pernah menyertakanku lagi dengan bahagia bahagia yang kau ciptakan.

Sudah aku lukiskan rindu pada tiap helai bulu matamu. Kelak jika ia terjatuh, percayalah aku tengah merindukanmu.

Gerah rindu memilih lubang airmata, sebagai jalan lahirnya; tangis pertama, ialah gigil menanti dekap.

Mari saling berdoa dulu. Siapa tahu, setelah berterbangan, lalu bersamaan diaamiinkan Tuhan.

Saat ini kita minyak dan air, sama-sama cair. Namun enggan menyatu, bila bertemu terjebak malu dan ragu; hanya jadi rindu.

Dalam pejam, aku selalu mencari celah untuk mendapatkan bayanganmu, yang telah lama menjadi candu.

Di ladangku yang subur hanya mengenal kamu satu petaninya, tidak lebih.

Terkadang kau menerima lembar puisiku kosong tanpa isi. Di saat itulah rindu tak mampu ku tulis lagi.

Rindu hanya akan jadi bait-bait sajak tak berarti tanpa adanya pertemuan sejati.

Kau berpayung, tetapi masih basah. Mungkin sedihmu berlindung pada orang yang salah.

Kusudahi menerka-nerka. Dari yang terjadi selama ini, cinta bisa datang dari arah mana saja.

Diamlah wahai nada, aku ingin sendiri memahami kelana, akan semerbak harum rindu, teringat akan senandung kenangan dulu.

Bumi ini luas. Ke mana kaki dan hatimu melangkah terasa sempit mencari cinta.

Jika rinduku ialah hujan, hatimulah lautan tempatku bermuara. Tak peduli gunung menghadang, kau tetap kutuju pada akhirnya.

Keterasingan menjadi kian pekat, tiada lagi tawa menghias wajah, warna kusam. Serumpun rasa terkapar di ujung senja.

Juanda akan menjadi tempat melebur rindu ini, dan hati ini akan saling mendekap setelah lama terpisah sejauh jarak di peta.

Aku tahu kalau aku tetap bisa tertawa itupun tanpa kamu. Tapi kok nyeri ini tak sudah-sudah?

Hampa terlalu sering menyapa, lara tak jua sirna, di tepian waktu aku termangu, memangku asa pada setiap lamunanku.

Mendung mulai menyapa, senyum merekah semesta perlahan pudar, dia takut terkungkung sangkar hujan.

Jauh di pelosok hati ini sudah tak terlalu menginginkanmu, ada baiknya engkau segeralah pergi lupakan aku.

Kedukaan dan kesedihan itu seperti tidur. Suatu saat akan bangun, bergerak dan beranjak.

Pada cerminmu, akan kau temukan sosok lain; seseorang yang kusayangi.

Kau adalah air mata di telapak tanganku yang menadah di sepertiga waktu.

Matamu, yang sediam laut malam. dan hatiku; yang tak pernah faham caranya menyelam.

Lalu apa yang mejadikanmu ragu, kalau degup jantung ini kaulah yang menabuh.

Awal kulihatmu terasa rumit dan begitu sulit kutempuh, terlalu banyak persimpangan yang menjadi penghambat perjalanan.

Dan cinta bukanlah cuaca, tetapi selalu ada cerah dan musim penghujan di dalamnya.

Demikian informasi terbaru seputar Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda sekalian, jadikan ini sebagai inspirasi dan motivasi dalam hubungan asmara. serta jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya mengenai :


Kata Kata Romantis Sayang Mantan Pacar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: silet ngaret