Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci


Kumpulan Kata - Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci | Kata Benci Mantan Pacar | Kata Benci Mantan Kekasih, pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu infromasi buat anda sekalian yang sedang mencari-cari artikel tentang Kata Romantis buat Mantan yang kita benci, nah membahas soal mantan memang tak akan ada habisnya, pasti semua orang punya yang namanya Mantan, apalagi Mantan Pacar. ini sudah menjadi hal umum buat para remaja yang sering gonta-ganti pasangan, bisa dibilang sih masih cinta monyet. tapi ya ini hal yang paling mengasikan dimasa-masa muda.

Kata Kata Galau Romantis buat Mantan - memang dalam hal asmara kondisi anak remaja masih labil-labilnya bisa jadi mereka melampiaskan emosi dan amarah kepada pasangannya, sehingga yang tadinya rasa cinta malah menjadi luka. banyak yang dulunya pacaran mesra eh sekarang jadi mantan yang saling membenci dan menghina. ini banyak sekali terjadi dan sering, bahkan kisah-kisah mereka berakhir dengan dendam dan luka yang mendalam. mungkin karena masih sayang dan mereka munafik dengan perasaan itu. jadi ya seperti nyesek dari dalam hati.

Kata Kata Masih Sayang Mantan Pacar - emang yang namanya perasaan itu tak bisa berbohong, mungkin kita bisa mengatakan kalau nggak pernah kangen sama mantan, tapi dalam hati kita itu nyesek, kita rindu sama dia, kita masih sayang banget sama mantan, cuman karena gengsi yang berlebih perasaan itu menjadi terjebak oleh gengsi.

Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci
Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci

Nah, buat kamu yang masih benci dengan Mantan Pacar , sudahlah lupakan masalah itu toh kalian pernah saling bahagia kan? saling sayang kan? pikir lagi deh, untuk obat rindu dengan sang mantan berikut akan admin berikan Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci :

Aku kan setia mendoakan, di malam bersama rintik hujan. Untukmu, kekasih yang kurindukan.

Segeralah pulang sayang, selagi engkau masih bisa menemukan jalannya. Selagi di tempat tujuanmu masih ada aku menunggu.

Hanya ada hujan dan kamu. Sisanya jarak yang membuat rindu beranak-pinak.

Aromamu hilangkan beban dan selalu tersaji dalam udara yang terhirup, senyummu beri kedamaian yang hakiki.

dengan cinta, dunia bisa digubahnya, bukan hanya benci jadi suka, sahara pun akan menjelma hamparan taman bunga.

Kau puisi; aku basah pena, yang tak kunjung kehabisan tinta.

Aku puisi kesedihan; kau sebuah nama, duduk menyimpul senyum

Hadirlah sejenak, buat aku bahagia walau tak lama; enyahkan lara, berdamailah atas nama cinta yang pernah ada.

Cintaku dalam genggaman hujan, mencari celah namun tak kunjung bersua, cintaku terkekang.

Aku mendongak menatap langit. Kesedihan berjatuhan, bulir-bulir kenangan berhamburan. Terperangkap pintu yang dibuat hujan.

bibir dan lidahmu tak sejalan dengan parasmu, parasmu mengundang cinta sedang bibirmu menolaknya.

Pagi di penghujung tahun, kunikmati sendiri moccacinoku, aromanya pengganti Selamat Pagi darimu.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rindu sering berahasia untuk diumumkan.

Seperti karang di lautan itu; merindumu, harus seikhlas aku.

Dalam sentuhan lembutmu, Sayang, jantungku berdetak kencang, seperti ada isyarat cinta, hingga hatiku benderang.

Setiap kita ditakdirkan mengenang mengenai sesuatu yang sudah atau pernah dilepaskan.

Barangkali, air mata adalah penipu nomor satu yang dibenci Tuhan. Sejak tiap tetesan sebagai alasan kebohongan.

Saat kusadari posisiku di mana bagimu, aura komunikasi kita begitu ringan, tanpa beban yang harus kujaga lagi.

Hatiku berdarah lagi, aku tak mampu terjemahkan arti kediamanmu, aksara bisumu mampu patahkan ranting cinta di hati, perih.

Jika tak ada yang terjatuh dari mataku, tinta inilah yang menetes. Menuliskan kesedihan dengan caranya sendiri.

Jangan membenci, karena cinta tidak turun dari dengki. Apa yang sudah bekas kita lalui, tandai jangan kunjungi lagi.

Dalam gelap kita berdua, aku tak perlu tertatih mencari cahaya. Karena seluruh terang telah berpusat di dirimu.

Rindu adalah hantu, setelah kita dibunuh waktu dan kembali menjadi aku-kamu.

Sebelum kuarahkan ke hatimu, terlebih dahulu mari kita kiblatkan cinta ini kepada-Nya.

Kusebut apa rindu yang kau terlantarkan ini? Perih teriris menjadi tangis.

Selalu ada kesedihan terkelupas ketika pelukan ini malas melepas.

jangan pergi, agar sepi tak gundahkan diri, tetaplah di sini, temaniku lewati hari, bersama bahagia di hati.

Kasih, jika sepi menjelma rinduku padamu, pasungkan ragaku untuk menggapaimu yang jauh kurindu.

Di cermin itu, aku tak menemukan diriku, tetapi aku melihat seseorang yang pernah dan masih kau mau.

seandainya bisa kubungkus rindu dan kebahagiaan ini, akan kuberikan hanya untukmu sebagai hadiah dari cintamu yang dulu.

Takkan pernah kulupa tatap matamu yg lembut sejukkan gersang hatiku, tak peduli di belakangku kau berikan juga pada yg lain.

Seperti halnya roda, berputar, dari cinta jadi rindu, dari temu jadi semu, cintamu abu-abu, entah kapan jadi biru?

Lengan hampamu memelukku dengan kosong, tubuh kita berpelukan dan saling membayangkan sosok yang lain.

Sedihlah dalam dekapanku, lengan ini masih sanggup menyeka gerimis tangismu. Kita adalah sepasang kekasih tanpa pamrih.

Siap atau tidak, cinta akan datang tanpa diminta, jatuh tanpa dijemput—seperti hujan.

Ada kerinduan yang malu malu tumbuh dan membuncah, dari dadamu yang kudambakan untuk rebah.

Setidaknya aku pernah menjadi setitik cahaya di hatimu, walau kini telah kau redupkan.

Kau menerbangkan angan ke ketinggian. Maafkan anginku yang kemudian menjatuhkan.

Jamaah hujan mulai bubar di negeriku. Sedikit basahnya tertinggal, menjatuh-bangunkan kisah lalu.

Terkadang cinta membuat kita lupa waktu, yang tak mau beranjak pergi untuk saling mencintai.

Kau harus percaya, lukamu akan sembuh. Bisa jadi karena aku atau disebabkan waktu.

Baiknya, sejenak kita sama berdiam diri dan saksikan bahwa sepi lebih berarti dari keriuhan.

Telah Tuhan ciptakan sakit juga kesedihan, mencintaimu adalah cara untuk melawanya.

Di luar kuasa kasihmu, aku hanyalah kelopak layu tanpa tangkai, siap diterbangkan angin.

Karena ketika bahagia, kita pernah menangis. Maka, Tuhan ciptakan air mata tanpa menentukan jumlah.

Saat adamu, aku mampu meniadakan seluruh utuh dunia. Dan hanya menyisakan kamu seorang di hadapanku.

Aku berlatih untuk menjadi pemberani. Meyakini bahwa keberadaanmu di sini bukan untuk dikenang.

Jangan artikan tertawanya sebagai pertanda bahagia. Terkadang dia hanya mengagumi, tidak mencintai.

Tanpa pernah engkau tahu, diammu adalah rasa kesakitanku.

Sajak-sajakku selalu memilih kamu, pemilik hati paling baik untuk berlabuh.

Saat segalanya datang dan pergi dalam hidupmu, aku tetap di sini menanti suratan Tuhan yang menggembalikanmu padaku.

Rindu berdiri mengusap ketabahannya. Berharap waktu iba melihatnya tersedu menanti temu.

Jangan lagi memperbesar takut. Keberadaanku di sini untuk membuat sedihmu takluk.

Sudah cukup aksaramu, kepedihan tak sembuh hanya dengan alasan. Mungkin perpisahan ialah jawaban yang sebenarnya kita rindukan.

Ketika jarak kian jauh, akan ada yang menyakitkan. Waktu sedang menguji, sedalam apa kita menyayangi.

Cintaku menemukan sungainya, yang mana ke hatimu ia ingin bermuara.

Aku membutuhkan udara untuk hidup. Aku membutuhkanmu untuk menjadi lengkap.

Kusajakkan kepadamu jalan kita kelak. Bacalah! Sesabar itu aku akan menempuhnya bersamamu.

ada hati yang terluka, kala debar tak lagi meraja, berganti detak bersimbah lara, saat cinta tiada.

kau arti yang tersembunyi, terpaku dalam sendi. kutanam ribuan asa namun tertimbun reruntuhan karma, mengikis alunan tawa.

Jelek-jelek begini aku menyayangimu. Merindukan cahaya dari kebaikanmu.

Aku menemukan bahagia di tiap sapamu, sebersit tanya ada, inikah damba, atau hanya semu rasa saja?

Aku merindukan sesuatu yang membuatku bahagia. Entah, kapan dia akan tiba, yang pasti kita berdua selalu merindukannya.

Senyumku unik, tersusun dari ketabahan-ketabahanku yang kupercantik.

Di ladang kerinduan aku hanyalah kerbau dungu yang berkubang lumpur kesepian.

Mereka bilang, cinta itu sederhana. Tidak kukatakan aku setuju. Tersebab kamu, rindu kembali memewahkan rasa-rasaku.

Tidak ada ketabahan lain selain kesediaanmu mencintaiku tanpa syarat, tanpa merasa berat.

kita tak sama, kau mendua & aku setia, meski kau genangkan segala doa, takkan mampu membuatmu terdiam tuk hadirkan tentram.

Mengapa jiwa kita tidak saling bicara. Padahal raga kita selalu saling menyapa.

Tuhan sedekahkan banyak cinta. Manusialah yang pura-pura lupa, terlambat atau tidak menyadarinya.

Segelap gelapnya mendung tetap saja tak akan mungkin bisa membuat hatiku yang sangatlah terang mencintaimu menjadi gelap.

Kita ini cinta atau bukan, meski ia tak butuh kata, hanya perlu dua rasa, namun hati butuh satu ikatan.

Aku pelabuhan; tak pernah kau singgahi.

Berhenti mendoakanku bahagia, jika terkabulnya hanya membuatku semakin kehilangan kamu.

Kala cinta datang-pergi, kau tidak perlu takut. Akan kita abadikan dalam peluk.

Kau berikan kami Cintamu yang Tulus, Kami berikan Ketulusan Cintaku padamu.

Cinta itu bak ular tangga. Yang naik karena ketulusan. Dan menurun karena kekecewaan.

Butakan aku mengenai kepergian, supaya aku luput berpikir untuk meninggalkanmu.

Sejauh apapun rasaku, engkau tetap menjangkau. Aku mengerti, sedalam itu kau mencintaiku.

Demikian informasi terbaru seputar Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda sekalian, jadikan ini sebagai inspirasi dan motivasi serta jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya mengenai :


Kata Romantis Cinta buat Mantan yang di Benci Rating: 4.5 Diposkan Oleh: silet ngaret